16 November 2019

Download Instagram Story Tanpa Aplikasi dan Nggak Pake Ribet? Bisa, Dong!


Adakah dari kalian yang nggak tau gimana cara menyimpan atau download insta story di instagram? Tenang, kalian nggak sendirian, kok. Dulu saya juga sama. Ingin menyimpan story dari sebuah akun, tapi nggak tau gimana caranya. Akhirnya saya pake cara "dummy", yaitu disave pake fitur screenshoot HP. Itupun harus beradu cepat dengan instagram, soalnya insta story hanya bisa ditampilkan selama beberapa detik saja ðŸ˜„

Untungnya sekarang sudah banyak aplikasi untuk download story di instagram, yang bisa diunduh di Play Store ataupun App Store. Sayangnya, beberapa aplikasi sebagian menyuruh penggunanya untuk registrasi atau membuat akun terlebih dahulu, baru bisa dipake app-nya. Ada yang mengeluh cara ini ribet. Ada yang bilang nggak aman. Ada juga yang mengeluh HP jadi lemot karena harus install aplikasinya dulu, sedangkan kapasitas memory RAM HP udah “di ujung tanduk”.

Nah, di postingan kali ini saya akan sharing tutorial bagaimana cara download instagram story tanpa harus menginstall aplikasi, cepat dan nggak perlu registrasi akun. Caranya dengan memakai situs yang bernama Storiesig.com. Situs ini memang dibuat khusus untuk download atau menyimpan instagram story. Salah satu keunggulan situs ini selain caranya yang simpel dan nggak ribet adalah free alias nggak perlu membuat akun terlebih dahulu. Situs ini bisa dibuka pake browser laptop maupun HP. Kalau gitu langsung aja yuk ke tutorialnya.

Cara Menyimpan Insta Story Tanpa Aplikasi


  • Masuk ke situs Storiesig.com
  • Masukkan username Instagram yang ingin didownload/disimpan insta story-nya, kemudian tekan ENTER di keyboard.

  • Klik tulisan (angka) stories yang muncul. Angka ini akan menyesuaikan dengan jumlah story yang dimiliki akun tersebut. Kalau story-nya ada tiga, maka tulisannya menjadi "3 stores", kalau enam ya "6 stories".

  • Kalau sudah, nanti insta story akun tersebut akan muncul dan di bawahnya ada tulisan DOWNLOAD. Klik tulisan download tersebut dan insta story akan otomatis tersimpan di gallery HP.

Gimana, gampang banget kan? Semoga tutorial yang singkat banget ini bisa membantu kalian yang sedang mencari cara menyimpang IG story ya. Semoga bermanfaat ðŸ˜Š

13 November 2019

Jam Tangan Pintar FOSSIL GEN 5 - Smartwatch Serba Bisa yang Akan Memaksimalkan Produktivitasmu



Salah satu hobi saya adalah olahraga lari. Hobi ini sudah saya tekuni sejak tahun 2013 lalu. Selain membuat badan jadi lebih sehat, ada sensasi puas tersendiri ketika sedang berlari. Apalagi kalau berhasil menempuh jarak yang ditargetkan. Wah, itu rasanya senang dan bangga banget.. Entah kenapa bagi saya lari itu "menenangkan". Setiap ada masalah atau misal ada sesuatu yang memberatkan pikiran, saya pasti menyempatkan diri untuk lari, entah itu pagi atau sore hari. i don't know, it's like therapy. Running as hard as possible helped me separate from everything else that was going on in my life. It gave me a break for a moment. Dan kalau sudah selesai lari, rasanya badan dan pikiran kembali jadi segar dan siap untuk memulai semua aktivitas lagi. 

Oh ya belakangan ini saya sedang nyari informasi tentang smartwatch yang cocok untuk mendukung kegiatan sehari-hari saya, khususnya dalam olahraga lari, kegiatan kuliah dan kerja. Walaupun saya senang lari sambil dengerin musik dan ngukur jarak tempuh larinya dengan running app, sebenarnya saya males kalau lari sambil bawa-bawa HP. Inginnya sih ada gitu smartwatch yang bisa mendukung akitivas harian saya. Syukur-syukur selain bisa berguna dalam aktivitas olahraga, bisa menunjang produktivitas sehari-hari saya juga, tanpa harus bergantung terus dengan smartphone. Kalau ada smartwatch kan nggak harus dikit-dikit pegang HP. Mau lari, buka HP. Mau dengerin musik, buka HP. Mau nyari informasi di internet, buka HP.. Sekedar ngecek jam dan tanggal pun harus buka HP. Rasanya kok hidup jadi ketergantungan dengan HP. Maka dari itu saya berfikir kalau ada smartwatch pasti akan berguna banget untuk menunjang kegiatan harian saya, tanpa harus sering-sering buka HP.

Sayangnya, mencari smartwatch yang cocok itu nggak semudah membalikan telapak tangan. Nggak semua smartwatch punya fitur yang sesuai dengan keinginan saya, khususnya punya fitur untethered GPS, sistem operasinya berbasis android dan bisa memutar musik secara offline, tanpa harus bawa-bawa HP. Untungnya, saat browsing di internet kemarin, saya dapat info kalau ada smartwatch yang spesifikasinya sesuai dengan keinginan saya. Bagusnya lagi, smartwatch ini sudah dibekali Wear OS buatan Google dengan fitur Google Assistant-nya, yang saya yakin akan sangat berguna dalam mengoptimalkan produktivitas harian saya. Apa sih smartwatch itu? Let me introduce you to this new, all-rounder smartwatch: FOSSIL Gen 5😊




Apa yang terlintas di benak kalian ketika mendengar merk FOSSIL? Saya yakin pasti semua yang baca kompak jawab jam tangan, iya kan? Yup, merk ini memang terkenal dengan produk jam tangannya yang premium abis. Desainnya yang unik, fresh, tapi tetap terlihat klasik dan timeless adalah salah satu ciri khas dan keunggulan jam tangan FOSSIL. Meskipun merk ini terkenal dengan jam tangan dan produk wearable lainnya, ternyata FOSSIL sudah merambah ke dunia smartwatch juga, lho. FOSSIL mengeluarkan smartwatch pertamanya yang bernama Fossil Q Founder di akhir tahun 2015, dan semenjak itu sudah mengeluarkan beberapa smartwatch penerusnya hingga sekarang.

Nah, Fossil Gen 5 adalah varian smartwatch terbaru dari perusahaan jam tangan asal Texas, Amerika ini. Bisa dibilang ini adalah smartwatch penerus dari Fossil Gen 4 yang sudah dirilis sebelumnya. Tentunya sebagai smartwatch penerus, pasti banyak peningkatan dari versi sebelumnya dong. Dan memang benar, di Fossil Gen 5 ini banyak sekali peningkatan yang signifikan dari generasi sebelumnya. Eh tapi sebelum mengupas tuntas smartwatch ini, kita liat dulu spesifikasi dari Fossil Gen 5, yuk.




Menurut saya, satu hal yang membedakan Fossil Gen 5 dengan smartwatch lainnya, sekaligus menjadi nilai plus tersendiri adalah desainnya. Siapa yang nyangka jam berdesain klasik seperti ini adalah sebuah smartwatch powerful dan all-rounder? Saya pribadi paling suka dengan desain jam seperti ini. Simpel, klasik, tapi timeless dan "cowok banget". Menurut saya justru desain smartwatch yang klasik dan terkesan seperti jam tangan mewah biasa seperti inilah yang bagus. Kenapa? Karena fleksibel, bisa dipake untuk segala acara. Saya kurang suka dengan desain yang terlalu "futuristic", lebih cocok sama desain klasik seperti Fossil Gen 5 ini. Mau dipake buat main, kerja, atau dipake kondangan pun tetap luwes-luwes aja, Ditambah lagi strap-nya yang bisa diganti-ganti membuat Fossil Gen 5 sebagai smartwatch yang versatile, cocok untuk segala situasi dan kondisi. Oh ya versi yang untuk wanita juga ada lho, Khusus desain versi wanita ini dilengkapi dengan aksen batu-batu kristal yang melingkar di layar kaca jamnya. Tampilannya jadi manis, elegan dan cantik.

Selesai bahas desain dari jam tangan pintar FOSSIL ini, sekarang kita bahas soal spesifikasinya. Ketika melihat spesifikasinya, menurut saya semua fitur dasar dari sebuah smartwatch sudah dimiliki lengkap oleh Fossil Gen 5. Fitur seperti notifications, heart rate sensor, GPS, WiFi, buttons yang bisa dikustomisasi, fitur "ring your phone" dan masih buanyak lagi yang lain. Lalu, selain fitur dasar tersebut, kira-kira fitur unggulan apa aja sih yang dimiliki Fossil Gen 5 Smartwatch ini, sampai-sampai saya berani bilang kalau ini adalah smartwatch yang all-rounder atau serba bisa?




Fossil Gen 5 ini dibekali dengan fitur-fitur unggulan yang powerful dan tentunya nggak "kaleng-kaleng". Kalau saya liat FOSSIL memang benar-benar totalitas dalam merambah dunia smartwatch. Meskipun perusahaan ini terkenal dengan produk-produk fashionnya, hal itu nggak lantas membuat mereka asal-asalan dalam membuat dan mengonsep smartwatch-nya. Konsep yang matang terlihat dari fitur-fitur unggulan yang ada di Fossil Gen 5, yang menurut saya sih racun dan bikin tempting banget untuk beli. Saya merangkum fitur-fitur unggulan Fossil Gen 5 dalam empat hal. Apa aja sih?



Wear OS By Google. Pertama adalah Wear OS by Google. Ini nih salah satu daya tarik dan "racun" dari smartwatch ini. Yup, Fossil Gen 5 sudah menggunakan Wear OS by Google. Ada yang belum tahu apa itu Wear OS? Wear OS ini adalah sistem operasi android yang dirancang khusus oleh Google untuk smartwatch dan perangkat wearable lainnya. Yang pake smartphone android pasti udah paham lah ya betapa bagus dan powerful-nya sistem operasi ini. Jadi nggak cuma smartphone aja, smartwatch pun juga nggak ketinggalan dibekali dengan sistem operasi "sejuta umat" ini.

Bagi saya, dengan adanya Wear OS pastinya akan membuat Fossil Gen 5 jadi lebih powerful dan tentunya lebih "smart". Kalau dulu kan smartwatch identik dengan device cadangan yang yah.. sekedar buat reminder kalau ada notif di HP aja gitu. Kalau sekarang persepsi itu udah nggak berlaku lagi dong. Apalagi dengan fitur utamanya yaitu Google Assistant dimana kelebihannya buanyak banget, dan pastinya sangat berguna dalam membantu mengoptimalkan aktivitas sehari-hari. Selain Google Assistant, kita juga bisa menggunakan aplikasi google lainnya seperti Google Fit, Google Pay, Google Play Music atau bahkan mengunduh aplikasi pihak ketiga sendiri di Google Play yang sudah terinstall di dalam Fossil Gen 5.



Google Assistant. Kalau sebelumnya bahas Wear OS, sistem operasi dari Fossil Gen 5, sekarang bahas Google Assistant, fitur utama dari Wear OS itu sendiri. Apa sih Google Assistant itu? Bisa dibilang Google Assistant adalah "virtual assistant" kita. Lho, kok asisten virtual? Iya, karena Google merancang dan membekali fitur ini dengan artificial inteligent (kecerdasan buatan) yang berguna untuk membantu dalam mengoptimalkan kinerja smartphone, smartwatch dan perangkat pintar lainnya. Dengan fitur ini, kita pun bisa melakukan komunikasi secara dua arah karena Fossil Gen 5 sudah dilengkapi dengan built-in speaker. Jadi berasa ngomong sama asisten pribadi sendiri deh. Fitur ini akan sangat berguna sekali karena nggak perlu buka-buka HP terus. Tentunya untuk menggunakan fitur ini di Fossil Gen 5 harus menghubungkan smartwatch-nya ke WiFi dulu, ya.


Battery Life. Ketiga adalah daya tahan baterai yang bisa disesuaikan dengan kebutuhan pengguna. Dalam pemakaian normal, baterai Fossil Gen 5 bisa bertahan selama seharian. Bagi saya sih ini sudah cukup, mengingat banyaknya fitur-fitur canggih yang berjalan secara bersamaan di smartwatch ini. Kalaupun masih dirasa kurang, nggak perlu khawatir. Fossil Gen 5 punya empat pengaturan baterai (Battery Modes) yang bisa dipilih dan disesuaikan dengan kebutuhan penggunanya. Ada daily mode, extended mode, time-only mode dan custom mode. Kalau ingin smartwatch-nya bertahan selama beberapa hari, extended-mode bisa dijadikan pilihan. Dengan mengaktifkan mode ini otomatis hanya fitur-fitur dan aplikasi essential saja yang berjalan di smartwatch. Tapi kalau ingin menggunakan Fossil Gen 5 ini layaknya seperti jam tangan biasa, dimana tidak ingin menggunakan fitur-fitur smartwatch itu sendiri, kita bisa memilih watch-only mode dan baterai Fossil Gen 5 bisa bertahan hingga satu minggu lebih. Wuih, awet banget, kan? Satu lagi yang nggak boleh ketinggalan, magnetic USB charger-nya sudah mendukung rapid charging, lho. Jadi untuk mencapai kapasitas baterai 80%, hanya butun waktu sejam saja!


Customizable Watch Face. Kalau punya smartwatch yang tampilannya itu-itu aja pasti bosen dan monoton banget, iya nggak? Untungnya, Fossil Gen 5 ini sudah dibekali dengan desain tampilan jam (disebut watch face) yang cukup banyak dan kece-kece. Watch face ini bisa kita ganti sesuai keinginan kita, pokoknya dijamin nggak bakal bosen deh. Nggak hanya itu aja, kita juga bisa memasang foto yang ada di akun instagram dan facebook kita di layar Fossil Gen 5 sebagai wallpaper. Keren banget, kan? Jadi buat kamu yang hobi narsis pasang foto diri sendiri sebagai wallpaper, tenang, hobi kalian tetap bisa tersalurkan kalau make Fossil Gen 5 ini hehehe ðŸ˜„



Swimproof. Siapa di sini yang kalau musim hujan hobi ngeplastikin hape, jam atau gadget-gadget lain biar nggak kena cipratan air hujan? Ayo tunjuk tangan. Tenang aja, saya juga ikutan tunjuk tangan kok. ðŸ˜„ Dulu itu setiap musim hujan pasti selalu sedia plastik kalau mau pergi kemana-mana, gunanya buat ngantongin barang berharga. Walaupun udah di dalem tas tetep aja diplastikin biar dobel protection-nya hahaha. Eits, tapi itu dulu. Untungnya sekarang sudah banyak banget gadget yang udah waterproof sehingga aman dan nggak rusak kalau terkena air. Fossil Gen 5 smartwatch ini juga udah tahan air atau swimproof, lho. Jjangankan kena air pas wudhu atau kena air hujan, dipake berenang pun aman-aman saja (dengan syarat kedalamannya tidak melebihi 30 meter ya). Jadi nggak perlu khawatir lagi sama ketahanan Fossil Gen 5 ini terhadap air. It will be safe and sound!






Dengan banyaknya fitur-fitur unggulan yang dimiliki Fossil Gen 5, tentunya akan sangat berguna dalam kegiatan sehari-hari dan bisa meningkatkan produktivitas harian kita. Di sini saya akan menjelaskan satu persatu, kira-kira apa sih manfaat menggunakan Fossil Gen 5 Smartwatch dalam kehidupan sehari-hari.


Manfaat pertama dari Fossil Gen 5 menurut saya adalah banyaknya fitur-fitur yang berguna untuk menunjang kegiatan olahraga agar menjadi lebih maksimal. Seperti yang sudah saya ceritakan sebelumnya, dari dulu saya pengen banget punya smartwatch yang ada fitur untethered GPS nya. Kenapa? Biar kalau lagi lari nggak perlu repot-repot bawa HP. Riweuh aja rasanya, dan menurut saya nggak praktis. Di kantongin, was was takut jatuh. Ditaruh di arm-band, risih dan nggak nyaman. Jadi ketika baca info kalau Fossil Gen 5 sudah mendukung untethered GPS rasanya seneng banget dan jadi tambah rajin buat nabung biar bisa "meminang" smartwatch ini, hehe.

Selain untethered GPS, Fossil Gen 5 juga bisa dipakai untuk menyimpan musik secara offline, jadi bisa lari sambil dengerin lagu kesayangan tanpa harus repot-repot bawa HP. Lagu-lagu tersebut bisa disimpan via aplikasi Google Play Music. Ini juga salah satu fitur yang bikin tempting banget untuk beli. Saya sudah cerita kalau selalu lari sambil mendengarkan musik. Rasanya semangat aja gitu kalau ada hiburan saat lari. Jadi perpaduan antara untethered GPS dengan fitur memutar musik secara offline ini bener-bener idaman banget buat orang-orang yang hobi lari, seperti saya.

Oh ya, Google Fit (aplikasi health-tracking dari Google) juga sudah terinstall di Fossil Gen 5. Nggak hanya berguna saat lari-lari saja, kita juga bisa memantau aktivitas olahraga lainnya seperti jalan kaki, bersepeda, hiking dan lainnya. Lewat aplikasi ini kita bisa tahu berapa jumlah langkah kaki dalam sehari atau berapa kalori yang sudah kita bakar selama beraktivitas. Fossil Gen 5 juga sudah dilengkapi dengan heart-rate sensor yang bisa digunakan untuk mengukur detak jantung penggunanya. Pokoknya untuk fitur yang berhubungan dengan health-tracking saya acungi empat jempol deh buat Fossil Gen 5!




Kalian pernah nggak, lagi belajar atau ngerjain sesuatu, tapi susah fokus karena ada HP di dekat kita, dan keinginan untuk mainan HP itu besaaar banget. Kalau saya? Hmmm.. nggak perlu ditanya, sering bgt ðŸ˜„ Entah kenapa susah sekali untuk menahan godaan nggak buka HP. Pernah ada keinginan untuk "puasa HP", membatasi penggunaan gadget dalam sehari agar bisa lebih berkonsentrasi dalam beraktivitas. Tapi kalau HP di taruh di tas atau di tempat yang jauh, nanti nggak tau ada pesan atau panggilan yang penting. Serba salah, kan?

Nah, ini nih gunanya Fossil Gen 5. Walaupun HP-nya disimpan di tas atau di tempat lain, kita nggak perlu takut untuk ketinggalan pesan atau panggilan penting karena Fossil Gen 5 akan otomatis bergetar atau mengeluarkan bunyi jika ada notifikasi pesan atau panggilan masuk. Selain praktis, kita juga bisa menekan kebiasaan mainan HP yang berlebihan. Biar bagaimanapun pengunaan smartphone secara berlebihan itu nggak baik.

Lalu, bagaimana Fossil Gen 5 ini mendukung aktivitas belajar atau bekerja kita, sedangkan HP nya aja disimpan? Di sinilah gunanya fitur Google Assitant. Misal, saya sedang belajar bahasa Inggris nih. Tiba-tiba ada kosakata yang nggak saya ketahui. Saya nggak perlu repot-repot buka kamus atau buka aplikasi google translate di HP, karena Google Assistant akan menjawab pertanyaan yang kita ajukan secara langsung dengan akurat. Pun ketika kita ingin tahu profil sosok tokoh terkenal misalnya, nggak perlu repot-repot browsing, tinggal tanya langsung aja ke Google assistant. Canggih banget nggak tuh.




Ini adalah sebuah peningkatan yang dimiliki Fossil Gen 5 dari generasi sebelumnya, Fossil Gen 4. Kalau di Fossil gen 4 hanya dilengkapi dengan microphone saja, Fossil Gen 5 sudah dilengkapi dengan built in speaker yang bisa digunakan untuk menjawab panggilan masuk atau membuat panggilan keluar. Jadi pengguna Fossil Gen 5 bisa mengangkat dan membuat panggilan langsung dari smartwatch, meskipun sedang tidak memegang HP. Menurut saya ini adalah fitur yang bermanfaat banget dalam menunjang produktivitas sehari-hari. Ketika sedang fokus belajar atau mengerjakan sesuatu, kita masih bisa stay connected dengan keluarga, saudara dan teman-teman kita. Fossil Gen 5 juga bisa digunakan untuk membalas pesan langsung, baik dengan menulis secara langsung di layar, atau menggunakan fitur voice to chat yang mengubah suara menjadi text. Praktis, efektif dan efisien!




Manfaat Fossil Gen 5 yang terakhir dalam mendukung produktivitas sehari-hari adalah adanya fitur Tiles dari Wear OS. Bisa dikatakan Tiles ini adalah widget yang ada di smartwatch, yang bisa kita kustomisasi sesuai dengan kebutuhan. Jadi nggak cuma HP aja yang ada widget-nya, di Fossil Gen 5 ini pun sudah disediakan tiles, yang pastinya berguna untuk mendukung aktivitas sehari-hari kita. Ada tiles weather untuk informasi cuaca, reminder untuk membuat pesan pengingat, kalendar, news headlines, heart rate dan masih banyak  lagi lainnya. Posisi tiles nya juga bisa kita atur sesuai selera lho.




Jadi memang nggak salah kalau saya menyebut smartwatch ini sebagai sebuah smartwatch yang all-rounder. Fitur-fitur unggulannya membuat Fossil Gen 5 nggak kalah dan patut disejajarkan dengan smartwatch-smartwatch dari brand lainnya. 

Tapi ingat, ya. Membeli sebuah barang premium yang bernilai tinggi tentunya butuh ekstra kehati-hatian. Kenapa? Karena kalau sampai salah beli bisa-bisa yang kita dapatkan adalah barang palsu. Nggak mau kan? Untungnya, di Indonesia sudah ada store yang sudah tidak diragukan lagi kredibilitasnya dalam menjual produk wearable premium, khususnya jam tangan, yaitu Urban Icon. Buat yang belum tahu, Urban Icon adalah kurator multi-brand untuk beberapa brand terbaik di dunia untuk bagian aksesoris, termasuk jam tangan, wearables, tas kulit, aksesoris dan fashion jewelry. Salah satunya ya brand FOSSIL ini. Jadi untuk kalian yang tertarik ingin beli atau ingin lihat secara langsung seperti apa sih wujud Fossil Gen 5 ini, kalian bisa datang ke Urban Icon store terdekat.


Saat ini Urban Icon sudah memiliki 28 offline store yang tersebar di 9 provinsi yang ada di Indonesia, yaitu DKI Jakarta, Banten, Jawa Barat, DI Yogyakarta, Jawa Tengah, Jawa Timur, Sulawesi Selatan, Sulawesi Utara dan Bali. Kalau misal lokasinya jauh dari offline store-nya gimana? Tenang... Kalian bisa belanja langsung di website resmi Urban Icon. Website nya cukup informatif, di sana dijelaskan dengan detail mulai dari panduan cara pembelian, cara pembayaran, pengiriman dan lain-lain. Untuk info lebih lanjut terkait Fossil Gen 5 ini kalian juga bisa folow dan pantengin social media Urban Icon di Twitter dan Instagram.

Itulah sedikit ulasan saya tentang manfaat Fossil Gen 5 Smartwatch dalam menunjang aktivitas, sehingga dapat meningkatkan dan mengoptimalkan produktivitas harian kita. Gimana, ada yang tertarik untuk "meminang" smartwatch ini? Apa pendapat kalian tentang Fossil Gen 5 smartwatch? Jangan lupa tulis komentar kalian di bawah, ya.. Terima kasih sudah menyempatkan berkunjung dan membaca tulisan saya. Sampai ketemu di post selanjutnya... ðŸ˜Š

31 October 2019

Rahasia Saya Saat Traveling Agar #SIAPDIJALAN


While you can't run away from all your problems, sometimes a little distance is the best way to reflect on your life at large. And, after a great trip, you may have very likely found the clarity and courage you need to face your biggest problems head-on. – Rough Guides
***

Siapa di antara kalian yang suka traveling? Ayo angkat tangan! Saya yakin yang baca tulisan ini pasti tunjuk jari. Ya meskipun nggak tunjuk jari beneran, paling nggak mengangguk atau mengiyakan dalam hati, iya kan? ðŸ˜„

Bisa dibilang traveling adalah semacam sweet escape. Momen dimana kita "melarikan diri", melepaskan diri sejenak dari hiruk pikuknya aktivitas sehari-hari. Traveling bisa juga diibaratkan sebagai obat. Obat pelepas penat dan lelah ketika otak ini sudah tidak tahan lagi dengan padatnya aktivitas kerja. Bekerja, melakukan rutinitas yang itu-itu terus pasti membuat otak kita jenuh, kan? Nggak hanya kaum pekerja aja sih, mahasiswa, ibu rumah tangga sekalipun pasti pernah jenuh dengan rutinitas harian dan butuh yang namanya refreshing. 

Bagi saya, traveling nggak cuma berfungsi sebagai pelepas jenuh saja. Traveling mengajarkan saya banyak hal. Bepergian ke tempat yang baru memaksa saya untuk membuka mata lebih lebar dan aware dengan kondisi sekitar. Traveling juga mengajarkan saya untuk melihat dunia dari perspektif yang berbeda, serta belajar menerima dan mengatasi segala tantangan yang datang saat itu juga.


"There is always a part of my mind that is preparing for the worst and another part of my mind that believes if I prepare enough of it, the worst won’t happen"
Key Redfield Jamison

Ada beberapa teman saya yang beranggapan kalau traveling itu melelahkan, harus menempuh jarak yang jauh dan merogoh kocek yang dalam. Lho, kata siapa traveling harus jauh dan berbudget besar? Saya sering kok jalan-jalan ke kota yang jaraknya nggak jauh dan nggak ngabisin banyak uang. Asyik-asyik aja, tuh.

Kebetulan saya tinggal di Jogja. Kalau sedang penat, ingin jalan-jalan tapi nggak ingin jauh-jauh, biasanya saya akan pergi ke kota Solo. Jarak Jogja-Solo hanya ditempuh sekitar 30 menit saja dengan kereta Prambanan Express. Tiketnya pun cukup murah, cuma 8000 rupiah. Saya sering berangkat pagi dan pulang sore hari. Cukup berbekal uang nggak lebih dari 200.000 sudah puas jalan-jalan ke beberapa tempat wisata terkenal di Solo seperti Keraton Solo, Pasar Klewer, Kampung Batik Kauman dan lainnya. Jadi, persepsi bahwa jalan-jalan itu harus jauh dan berbudget besar adalah salah. Yang penting bukan seberapa jauhnya, tapi bagaimana kita bisa menikmati proses perjalanannya, sehingga rasa jenuh dan penat hilang, otak pun bisa kembali segar. Tentunya agar traveling tetap menyenangkan diperlukan persiapan yang matang juga ya. 




Ngomongin tentang persiapan sebelum traveling, saya selalu me-list barang-barang apa saja yang harus dibawa, mulai dari bodypack/koper, toiletries, baju, obat & P3K, gadget, dokumen penting seperti tiket perjalanan, passport, ID card, dan masih banyak lainnya. Maklum, saya orangnya sedikit pelupa dan agak ceroboh. Jadi dengan membuat daftar perlengkapan membantu saya banget untuk tetap stay organized. Semuanya harus dipersiapkan dengan matang agar tidak ada satupun barang yg ketinggalan. Dari semua barang-barang tersebut, ada empat barang yang selalu saya bawa ketika traveling. Bisa dibilang sih ini benda WAJIB saat traveling dan nggak boleh kelupaan hehe. Apa aja sih? 



Pertama, Powerbank. Jangan pernah meremehkan barang kecil satu ini. Okelah kita sudah prepare bawa charger bawaan dari HP atau gadget lain, tapi perlu kita ingat, tidak semua tempat yang kita kunjungi ada colokannya. Kalaupun ada, kadang sudah dipake oleh orang lain. Saya pernah nih waktu itu naik kereta dari Jogja menuju Jakarta. Kebetulan colokan yang ada sudah dipake penumpang yang duduk di sebelah saya. Karena saat itu batre HP tinggal 2% dan saya butuh untuk nelfon temen, saya minta izin ke penumpang sebelah untuk gantian ngecas sebentar, nggak lama cuma 10 menit saja, yang penting batre cukup untuk nelfon. Eh bukannya dibolehin malah dijutekin, dibilang jangan main serobot aja. Aduh aduh, padahal saya minta izin baik-baik dan nggak nyerobot sama sekali lho.... :'') Alhasil saya muter nyari-nyari colokan yang nggak dipakai di kursi lain. Semenjak kejadian itu saya nggak pernah lupa lagi bawa powerbank kalau pergi kemana-mana hahaha



Kedua, Multi Charging Cable. Apa sih sebenarnya benda ini? Jadi, multi charging cable / multi-tip charging cable / multi cable adaptor (banyak banget sih namanya haha) adalah semacam USB adaptor yang bisa digunakan untuk ngecas berbagai jenis gadget. Karena jenis colokannya ada 4 (micro USB, Type C, lightning dan USB A) maka kabel ini bisa digunakan untuk ngecas HP android, iPhone, tablet, iPad dan gadget kalian yang lain seperti camera digital dan e-book reader. Kalau lagi bawa gadget banyak, kabel ini membantu saya banget karena nggak perlu repot-repot bawa semua charger bawaan, cukup bawa ini aja udah beres. Selain simple, kita juga bisa menghemat ruang di tas, kan?



Ketiga, Headset. Kayaknya yang ini nggak perlu dijelaskan panjang lebar ya. Pokoknya kalau ada headset, dijamin nggak akan boring lah perjalanannya. Sebagai seorang music junkie, hampir sebagian besar waktu perjalanan saya habiskan untuk mendengarkan musik. Kalau nggak mendengarkan musik ya nonton youtube. Rasanya hampa jika selama perjalanan nggak ada hiburan sama sekali, entah itu di kereta, di mobil atau di pesawat. Jadi sebelum traveling saya selalu memastikan untuk membawa barang yang satu ini. Pokoknya headset WAJIB banget deh buat saya. 



Terakhir, sarung. Nah, ini nih, kain satu ini nggak boleh ketinggalan. Wajib dibawa juga saat traveling apalagi untuk cowok. Jangan salah, meskipun sarung identik sebagai atribut ibadah, tapi kain ini menyimpan banyak fungsi, lho. Kalau lagi kedinginan di perjalanan, saya selalu pake sarung untuk selimutan. Kalau di kereta atau pesawat sudah disediakan selimut, sarung ini saya pakai sebagai skarf untuk menghangatkan leher atau ditumpuk dengan selimut yang lain biar double hangatnya. Maklum, saya tipe yang nggak tahan dingin. Kalau udah kedinginan pasti bersin-bersin terus. Buat ibu-ibu yang punya anak balita, sarung ini juga bisa lho dipake untuk menggendong buah hatinya kalau lupa bawa gendongan. 

Itulah empat barang yang selalu saya bawa ketika traveling. Mau traveling jarak jauh, dekat, semuanya wajib dibawa agar #SIAPDIJALAN dan tetap santuy ðŸ˜„

Membeli perlengkapan gadget di offline store memang sedikit tricky. Kita harus benar-benar jeli apakah barang tersebut asli atau palsu. Belum lagi perjalanannya. Kadang kalau ingin beli beberapa barang belum tentu semuanya ada di satu toko. Jadi mau nggak mau harus singgah dari satu toko ke toko lain. Hal kaya gitu yang sering bikin bete, capek dan ngabisin banyak waktu. Kalau kalian ingin mengikuti tips saya di atas tapi males beli barangnya satu persatu, kalian bisa beli semuanya di Ayoomall.com. (kecuali sarung ya hehehe).



Apa sih Ayoomall.com? Untuk kalian yang belum tahu, Ayoomall.com adalah toko retail online terluas se Indonesia. Ayoomall.com hadir untuk memberikan pengalaman berbelanja online yang aman, nyaman, mudah dan menyenangkan, serta dapat dilakukan di mana saja dan kapan saja. Di sini kalian bisa beli barang apa saja, mulai dari gadget, pakaian, mainan anak, stationery, buku, sampai kebutuhan dapur seperti minyak dan gula pasir juga ada lho :D 


Kenapa Harus Belanja di Ayoomall.com?


Menurut saya pribadi, salah satu poin plus yang saya suka dari Ayoomall.com adalah kategori gadget dan camera audio-nya yang lengkap. Barang-barang elektroniknya pun lengkap banget mulai dari laptop, PC, kamera, headset, HP, elektronik perkantoran, software, hingga aksesoris untuk segala gadget ada di sini. Pokoknya semuanya lengkap dan harganya pun cukup terjangkau. Saya yakin penggemar gadget pasti senang kalau berkunjung ke website e-commerce ini, seperti saya ðŸ˜„

Jadi mulai sekarang kalian nggak perlu pusing-pusing lagi ya kalau mau beli gadget dan aksesorisnya. Cukup ambil smartphone dan belanja di Ayoomall.com, kalian tinggal duduk manis nunggu barang sampai di rumah. Santuy, kan?

Untuk kalian yang ada rencana traveling, jangan lupa persiapkan segalanya dengan matang ya. Pastikan untuk #SELALUSIAPDIJALAN supaya tetap santuy saat traveling. Untuk yang sekarang sedang traveling, enjoy and have a safe trip. Selamat liburan!  ðŸ˜Š

21 October 2019

Risih Status Online IG-nya Dikepoin Mantan? Matikan Fitur Last Seen Aja!

source: telset.id
Baru-baru ini ada temen yang nanya. "Be, aku risih nih dikepoin mantan di IG. Tiap online pasti di DM. Piye sih caranya biar ngga ketauan orang kalo lagi online?". Waduh, ada yang ngalamain hal kaya gini, nggak? Memang sih dikepoin itu bikin risih, apalagi dikepoin sama mantan, duh..☺

Mungkin ada beberapa yang belum tahu kalau pengguna instagram bisa melihat status online dan last seen seseorang melalui menu inbox, dengan syarat kita pernah bertukar pesan dengan orang tersebut sebelumnya. Caranya? Coba deh masuk ke inbox, terus lihat di bawah username teman kita, nanti ada status terakhir kapan dia aktif di IG. Contohnya seperti gambar di bawah ini.





Tapi tenang, guys. Activity status di IG ini bisa disembunyikan, lho. Cara menyembunyikan last seen di IG cukup gampang, kok. Ikuti tutorial di bawah ini, ya.

  1. Buka Instagram, kemudian buka profil
  2. Ketuk/sentuh icon garis tiga yang ada di ujung kanan, kemudian pilih menu "setting"
  3. Pilih menu "privacy", kemudian pilih "activity status"
  4. Terakhir tinggal matikan fitur "show activity status" dengan menggeser toggle berwarna biru sampai berubah warna menjadi abu-abu.
Selesai, deh. Dijamin abis ini para mantan udah ngga bisa kepoin last seen kita lagi :D Eh tapi ingat, kalau menonaktifkan fitur ini kita juga nggak bisa melihat last seen orang lain, ya. Jadi dipikir-pikir dulu apakah fitur last seen ini kita perlukan atau nggak.

Meskipun terlihat sederhana atau sepele, menyembunyikan activity status seperti ini bisa membantu kamu jika butuh privacy yang lebih, tapi nggak mau nge-private akun. Semoga tutorial cara menonaktikan acitivy status Instagram ini bisa bermanfaat, ya.

20 September 2019

Lakukan Hal Ini Sebelum Berkunjung Ke Coworking Space

source: hon.com
Membahas tentang coworking space memang tidak ada habisnya. Tempat yang sedang hits di kalangan para freelancer dan startup ini memang sangat cocok dijadikan sebagai tempat bekerja alternatif, apalagi bagi mereka yang membutuhkan suasana baru dan lain daripada yang lain.

Coworking space dikatakan lain daripada yang lain karena di tempat inilah kita dapat berinteraksi, bertukar pikiran, bahkan berkolaborasi dengan para profesional di satu tempat yang sama. Selain itu, dengan anggota-anggotanya yang memiliki latar belakang pekerjaan beraneka ragam menjadikan coworking space tempat yang tepat untuk memperluas networking.

Setelah sebelumnya sudah mengulas tentang alasan mengapa coworking space sangat cocok bagi yang berprofesi sebagai freelancer atau pegiat startup, kali ini saya akan mengulas tips mengunjungi coworking space itu sendiri.

1. Tentukan Tujuan

Ini adalah hal yang paling mendasar ketika akan berkunjung ke coworking space. Sebelum memutuskan untuk mengunjungi tempat tersebut, sebaiknya pikirkan dulu apa tujuan kita datang ke coworking space. Untuk tempat bekerja sehari-hari kah, untuk mengadakan meeting sesama rekan kerja kah, untuk keperluan bertemu client, atau hanya sekedar mencari alternatif tempat jika sewaktu-waktu bosan dengan lokasi kerja sebelumnya. Dengan menentukan tujuan terlebih dahulu akan memudahkan kita dalam mencari lokasi coworking space yang tepat.

2. Pilih Sesuai Karakter Kerja

Pada umumnya coworking space memiliki konsep yang berbeda-beda. Ada yang memiliki konsep terbuka dengan tujuan agar setiap anggotanya dapat saling berinteraksi, berkomunikasi dan bertukar wawasan, sehingga membuka peluang terjalin kolaborasi dan kerjasama di antaranya. Ada juga yang memiliki konsep private, di mana di dalam coworking space terdapat ruang-ruang kecil atau private space sehingga dapat digunakan sebagai private office. 

Masing-masing orang memiliki karakter bekerja yang berbeda. Ada sebagian orang yang merasa nyaman dengan private space karena selain privacy lebih terjamin, juga dapat berkonsentrasi dengan baik karena minim gangguan dari pihak luar. Ada yang merasa private space terasa sesak dan kurang efektif untuk bekerja. Ada yang sekedar ingin memperluas networking. Ada pula yang tujuannya ingin pekerjaan cepat selesai tanpa mementingkan interaksi antar sesama anggota. Sangat bermacam-macam.

Jadi semuanya disesuaikan dengan kebutuhan dan karakter pribadi. Jika teman-teman suka bekerja dengan lingkungan yang lebih tenang, sebaiknya pilihlah coworking space yang menyediakan private space untuk anggotanya. Tetapi jika merasa interaksi dengan anggota lain adalah hal yang penting karena selain menjadikan kita lebih sociable juga memperluas networking, maka tidak ada salahnya untuk memilih coworking space dengan konsep terbuka.

3. Pertimbangkan Budget, Fasilitas dan Lokasi

Budget, fasilitas yang ada, serta lokasi juga perlu dipertimbangkan dalam memilih coworking space. Menurut pengalaman pribadi, hampir semua coworking space - dari yang biaya keanggotaannya gratis hingga sedikit merogoh kocek lebih dalam - sudah menyediakan fasilitas-fasilitas dasar seperti koneksi WiF, meja kerja, air mineral gratis, alat perkantoran seperti scanner, projector, mesin fotocopy (dengan biaya tambahan), conference & meeting room, PC yang bisa diakses oleh anggotanya dan lain-lain. Semakin tinggi harga keanggotaanya tentu diikuti dengan fasilitas yang semakin bagus juga. Sesuaikanlah dengan kemampuan dan budget kita.

Jika teman-teman merasa bahwa budget bukanlah sebuah kendala dan lebih mementingkan fasilitas, banyak sekali coworking space yang bisa dijadikan pilihan dengan fasilitas-fasilitas tambahan. Misalnya, free beverages (seperti kopi, teh, air mineral), sofa dan interior bergaya cafe, alat tulis gratis, kantin yang menyediakan berbagai macam makanan, dan lain sebagainya. Lokasi yang strategis dan mudah diakses pun wajib dijadikan sebagai bahan pertimbangan dalam memilih.

4. Go Prepared

Setelah semua poin-poin di atas dilaksanakan, langkah selanjutnya adalah mempersiapkan "amunisi" apa saja yang akan dibawa. Pastikan barang-barang yang diperlukan untuk menunjang aktivitas kerja telah teman-teman siapkan dan tidak ada yang ketinggalan, seperti charger laptop, charger smartphone, headphone apabila diperlukan, dan lain-lain. Pastikan juga apakah membawa makanan dan minuman sendiri ke dalam coworking space diperbolehkan. Kenapa? Karena beberapa coworking space ada yang melarang anggotanya untuk membawa makanan dari luar. Jika diizinkan, jangan lupa membawanya apabila dirasa perlu. Mempersiapkan segala hal yang diperlukan sebelumnya akan meminimalisir disruption ketika bekerja dan pastinya pekerjaan akan cepat selesai.

Bekerja di lingkungan coworking space bisa menjadi sebuah "angin segar" bagi kita dan merupakan cara yang bagus untuk bekerja secara mandiri di lingkungan yang lebih profesional. Jadi, tidak ada salahnya untuk berkunjung seminggu sekali, sebulan sekali, atau bahkan setiap hari, tergantung kebutuhan teman-teman. Siapa tau bisa menginspirasi kita menemukan cara kerja baru yang lebih efektif, iya kan?

Semoga tips-tips di atas dapat bermanfaat, ya. Semangat pagi dan semangat bekerja! :) 

19 September 2019

One by Ed Sheeran

source: sec.co.uk
Jadi, One ini adalah track pertama di album x (baca: multiply) Ed Sheeran yang rilis pada tahun 2014. Lagu ini juga lagu pertama yang Ed tulis untuk album keduanya, yang katanya sih ditulis waktu dia tour di Perth tahun 2011. Sebagai pembuka sebuah album, saya cukup kaget ketika pertama kali dengar lagu ini. Dibandingkan lagu-lagu lain di albumnya, it's pretty quiet and chill song! Pas banget dengan selera saya.

Iya, ketika saat itu orang-orang tergila-gila dengan Thinking Out Loud, Photograph, Sing, ataupun Don't, entah kenapa saya langsung jatuh cinta pada lagu ini. Bukannya saya nggak suka lagu-lagu yang lain. I like Photograph and Thinking Out Loud a lot, but my favorite is, and always will be, One. I don't know. There's something magical about this song that I can't describe properly.. Udah mulai hiperbola, nih. Lanjut.



Pertama kali dengar lagu ini waktu masih jadi mahasiswa di Semarang dulu (sekarang jg masih mahasiswa, sih. Cuma beda kota aja hehe). Saya ingat waktu itu iseng buka YouTube sepulang kuliah. Nggak sengaja liat video lagu ini di deretan video rekomendasi. Pertama kali dengar, I instantly fell in love with this song. Mungkin bisa dibilang lagu favorit kedua Ed Sheeran setelah The A Team.

Saya ingat banget waktu itu shubuh-shubuh setelah dengerin beberapa lagu di album yang baru, dengan alay-nya langsung berkoar-koar di Twitter, bercerita betapa jatuh cintanya dengan album baru Ed Sheeran. Sungguh alay sekali 😂


Mungkin alasan lain yang membuat jatuh cinta dengan lagu ini adalah liriknya yang cukup relatable pada saat itu. Menurut interpretasi saya sendiri, lagu ini menceritakan tentang seseorang yang jatuh cinta pada sahabatnya, tetapi enggan untuk memulai hubungan yang lebih karena takut akan merusak hubungan persahabatan itu sendiri. Waduh waduh… dalem amat ya, hahaha

Sekarang ada yang sedang dalam posisi seperti ini mungkin? Hayoo, habis baca ini jangan jadi galau ya :)) Terlepas dari makna liriknya, lagu ini masih tetep enak didengerin di kala santai, kok. Kalau teman-teman suka dengan lagu-lagu Ed Sheeran, nggak ada salahnya untuk nyoba dengerin yang satu ini.  Just give it a try.

Cara Mudah Membuat Privacy Policy Blog di Tahun 2019

source: comomag.com
Cara Membuat Privacy Policy di Blog - Kemarin saya menyibukkan diri untuk mengurus blog yang sudah lama terlantar ini, salah satunya dengan membenahi tampilannya agar lebih user-friendly. Informasi-informasi di beberapa postingan lama juga tidak lupa saya lengkapi dan update karena ternyata masih memakai embel-embel domain yang lama. 

18 September 2019

Mendengarkan Jutaan Lagu di Aplikasi SPOTIFY (Part 1)

source: youredm.com
Apa yang pertama kali terlintas di pikiran teman-teman ketika mendengar kata Spotify? Aplikasi musik? Ribet? Atau mungkin... biaya langganannya yang mahal? Kalau berpikir seperti itu, kalian nggak salah, kok. Dulu waktu pertama kali nyoba aplikasi ini saya juga punya pikiran yang sama: sistem pembayaran ribet dan biaya langganan yang mahal. Tapi jika sudah paham bagaimana aplikasi ini bekerja dan apa saja manfaatnya untuk penikmat musik, pemikiran seperti itu mungkin tidak akan ada lagi.

13 August 2019

13 Alasan Mengapa Coworking Space Cocok Dijadikan Sebagai Tempat Kerja

source: coworkingmag.com
Sudah lama juga saya tidak ngeblog. Mungkin ibarat rumah blog ini sudah penuh sarang laba-laba kali ya hehe. Kali ini saya akan membahas tentang coworking space lagi. Jika sebelumnya sudah pernah mengulas salah satu coworking space ramah difabel di Jogja, kali ini khusus membahas kelebihan coworking space itu sendiri.

27 June 2019

Sensor Sidik Jari di HP Samsung Kamu Lemot? Coba Tips-Tips Ini!

source: oketekno.com

Cara Mengatasi Masalah Sensor Sidik Jari atau Fingerprint Pada HP Samsung - Sensor sidik jari adalah salah satu fitur yang paling menarik dan penting di smartphone, khususnya dalam hal keamanan dan privacy. Akan menjadi hal yang menjengkelkan apabila mendadak fitur ini tidak dapat berfungsi.

24 April 2019

Menyembunyikan Status Online di Facebook Messenger? Begini Caranya

source: commonwealthtimes.org
Cara Membuat Status Online di Messenger Menjadi Offline - Apakah kalian sering menggunakan Facebook Messenger dan membiarkannya tetap aktif/hidup di belakang layar? Ternyata meskipun kita sudah menutup aplikasi tersebut status kita di FB tetap terlihat online, lho. Hal ini terkadang bisa membuat salah paham. Padahal posisi kita sedang nggak pegang hp, tapi karena status di FB Messenger online terus, kadang ada teman FB yang mengira kita sedang aktif dan menyapa untuk mengajak ngobrol. Karena tak kunjung dibalas akhirnya ada yang komplen "Sombong amat sih sekarang, FB aktif mulu tapi disapa nggak mau nyaut". Nah, lho. Jadi salah paham kan? hehe (pengalaman pribadi)

16 April 2019

Tips Agar Gambar di Postingan Blog Valid AMP

source: alinuxblog.com
Cara Agar Gambar di Postingan Blog Valid AMP (Accelerated Mobile Pages) -Teman-teman, mengunggah sebuah gambar di postingan blog supaya valid AMP memerlukan perubahan kode secara manual, lho.

Perubahan kode sendiri berguna untuk membuat gambar tidak memiliki eror sama sekali saat melakukan validasi maupun di Google Search Console. Jika postingan tidak valid AMP maka blog tersebut tidak akan menampilkan simbol petir (Simbol AMP) di halaman mesin pencari Google.

Cara agar supaya gambar yang di upload kedalam artikel blog valid amp.

Cara Supaya Gambar di Postingan Blog Valid AMP


Gambar yang diupload secara default akan terlihat di HTML seperti ini:
<div class="separator" style="clear: both; text-align: center;">
<img alt="alt gambar" border="0" src="https://3.bp.blogspot.com/-v1-eNxBF5W4/WDwrdRGK3JI/AAAAAAAAARA/sAIx0LyRTU4kZ5OJjP0NdYamnCia5jl0ACLcB/s1600/valid-amp.jpg" title="title gambar" /></div>

Selanjutnya silahkan teman-teman ganti seperti ini:
<noscript>
<img alt="alt gambar" width="650" height="350" src="LINK-GAMBAR" title="title gambar" />
</noscript>

Cara ini berguna supaya gambar disisipkan di luar postingan, atau bisa juga digunakan sebagai Thumbnail pada sebuah artikel.

Lalu, bagaimana menyisipkan gambar sebagai pendukung di dalam artikel? Seperti yang saya sebutkan di atas, gambar yang disisipkan secara defaul akan terlihat seperti kode paling atas dibagian HTML.

Kemudian, silahkan kalian ganti kodenya seperti di bawah ini:
<amp-img data-original-height="278" data-original-width="476" height="186" src="LINK-GAMBAR" width="320" layout="responsive"></amp-img>

Catatan:
layout="responsive" ditambahkan agar lebar serta tinggi gambar dapat menyesuaikan dengan layar gadget yang digunakan oleh pengunjung.

Itulah sedikit tutorial singkat agar gambar postingan blog valid amp. Semoga bermanfaat, ya.