6 December 2019

Upaya Peningkatan Kemampuan Literasi Digital di Masyarakat


"Bangsa yang besar ditandai dengan masyarakat yang literat, yang memiliki peradaban tinggi dan aktif memajukan masyarakat dunia. Keberliterasian dalam konteks ini bukan lagi sekedar urusan bagaimana suatu bangsa bebas dari buta aksara, melainkan juga, dan yang lebih penting, bagaimana warga bangsa tersebut memiliki kecakapan hidup agar mampu bersaing dan bersanding dengan negara lain untuk menciptakan kesejahteraan dunia." - Muhadjir Effendy, 2017
***

Perkembangan teknologi dan informasi yang pesat pada saat ini seolah-olah memaksa manusia untuk selalu berinteraksi dengan internet setiap hari. Bagaimana tidak? Orang-orang jaman sekarang hampir tidak bisa lepas dari internet. Bekerja butuh koneksi internet. Berkirim kabar ke orang-orang terdekat butuh internet. Mencari informasi butuh Internet. Bahkan membeli makanan pun butuh koneksi internet. 

Internet seakan-akan menjadi bagian penting yang tidak bisa lepas dari kehidupan sehari-hari kita. Jadi rasanya tidak berlebihan kalau saya bilang saat ini internet seperti menjadi kebutuhan "pokok" keempat bagi manusia setelah pangan, sandang dan papan. Memang kenyataannya seperti itu, kan? 

Pengguna internet saat ini pun semakin meningkat dari tahun ke tahun, tidak terkecuali di Indonesia. Berdasarkan survey yang diadakan oleh Asosiasi Penyelenggara Jasa Internet Indonesia (APJII) tahun 2017, penetrasi pengguna internet di Indonesia sudah mencapai 143,26 juta jiwa, dari total populasi penduduk Indonesia yang berjumlah 262 juta orang. Itu artinya 54,68% atau lebih dari sebagian penduduk indonesia sudah melek terhadap internet. Wow, sungguh angka yang fantastis, kan?

source: apjii.or.id/survei2017

Seiring dengan berkembangnya teknologi yang pesat khususnya dalam penggunaan internet, tentunya hal ini mendorong perubahan di segala bidang, tidak terkecuali di dunia literasi. Mungkin sebelumnya kita hanya tahu literasi adalah kemampuan melek huruf (aksara) yang didalamnya meliputi kemampuan membaca dan menulis. Tetapi sekarang pengertian literasi itu sudah berkembang luas dan literasi sendiri sudah dibagi menjadi beberapa jenis, salah satunya adalah literasi digital.

Dengan adanya kemampuan dalam literasi digital, masyarakat diharapkan tidak hanya memiliki keterampilan baca dan tulis secara tradisional saja, tetapi juga memiliki kemampuan komunikasi dan keterampilan analitik yang melibatkan media digital dalam mencari dan menggunakan informasi yang didapat secara bijak, untuk menunjang kehidupan sehari-harinya. 

Lalu sebenarnya literasi digital itu apa, sih? Sebelum membahas tentang upaya peningkatan kemampuan literasi digital di masyarakat, ada baiknya kita memahami dulu pengertian dari literasi digital. 

Apa Itu Literasi Digital?

source: gln.kemdikbud.go.id

Secara sederhana, literasi digital merupakan kemampuan untuk mencari, memahami dan menggunakan informasi dari berbagai sumber digital dengan bijak. Jika mengacu pada buku materi pendukung Gerakan Literasi Nasional yang diterbitkan oleh Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan Indonesia (2017), definisi lengkap dari literasi digital adalah pengetahuan dan kecakapan untuk menggunakan media digital, alat-alat komunikasi, atau jaringan dalam menemukan, mengevaluasi, menggunakan, membuat informasi dan memanfaatkannya secara sehat, bijak, cerdas, cermat, tepat dan patuh hukum dalam rangka membina komunikasi dan interaksi dalam kehidupan sehari-hari
.

Jadi, literasi digital ini tidak hanya mencakup pada kemampuan mencari dan membaca informasi dari media digital saja, tetapi dibutuhkan pula suatu proses berpikir secara kritis untuk mengevaluasi, menggunakan dan memanfaatkan informasi yang didapat dari berbagai sumber digital secara benar, cermat, beretika dan penuh tanggung jawab. 


Konsep dari literasi digital sendiri sudah muncul cukup lama, tepatnya sejak tahun 1997 yang dipelopori oleh tokoh bernama Paul Gilster. Konsep literasi digital berakar pada literasi komputer dan literasi informasi. Literasi komputer berkembang pada tahun 1980an ketika saat itu komputer sudah banyak digunakan baik di lingkungan bisnis maupun di masyarakat. Sedangkan literasi informasi muncul pada tahun 1990an dimana informasi sudah semakin mudah disusun, diakses dan disebarluaskan melalui teknologi informasi yang ada. 


Lalu, apa manfaat dari literasi digital itu sendiri? Manfaatnya ada banyak sekali. Mulai dari mendapatkan berita terkini secara real time, menghemat waktu dan biaya saat mencari informasi, terhindar dari konten internet yang negatif dan masih banyak lagi. Berikut adalah manfaat dari literasi digital menurut Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan Indonesia. 


Source: gln.kemdikbud.go.id 

Upaya Apa yang Dapat Dilakukan Untuk Meningkatkan Kemampuan Literasi Digital di Masyarakat?


1. Peningkatan Fasilitas Publik yang Mendukung Literasi Digital

source: palembang.tribunnews.com
Saat ini sudah banyak perpustakaan umum daerah yang menyediakan akses internet gratis dalam rangka meningkatkan fasilitas publik yang mendukung gerakan literasi digital. Internet tersebut bisa diakses baik dengan laptop sendiri (WiFi) maupun melalui komputer yang sudah tersedia di pojok internet. Bagi masyarakat hal ini tentunya membantu sekali, khususnya dalam mencari informasi secara cepat dan efisien.

Akan tetapi, tidak semua golongan masyarakat dapat menjangkau perpustakaan umum yang ada di daerahnya. Bagi masyarakat yang tempat tinggalnya jauh dari perpustakaan tentunya akan kesulitan dalam menikmati fasilitas tersebut. Oleh karena itu, pemerintah pusat maupun daerah perlu mengadakan fasilitas internet gratis yang dapat menjangkau seluruh kalangan masyarakat. Contohnya, pengadaan pojok internet di ruang publik seperti di kantor pemerintahan desa, kantor kelurahan, stasiun, pasar, rumah sakit, kantor polisi, terminal, pelabuhan dan lainnya.

Tidak hanya akses internet saja, ruang publik yang menyediakan pojok internet gratis juga bisa menyediakan buku elektronik (e-book) yang bertemakan teknologi informasi dan komunikasi yang dapat dibaca oleh pengunjung. Buku-buku ini dapat diunduh secara gratis di portal repositori Kemdikbud. Selain itu bisa juga diberikan papan rekomendasi berisi daftar alamat website portal berita yang terjamin kredibilitasnya, yang dapat digunakan pengunjung dalam mencari informasi dan berita terkini. Tujuan pemberian fasilitas-fasilitas ini adalah agar masyarakat dapat menambah wawasannya terkait dunia teknologi informasi dan komunikasi, mengurangi resiko dari dampak internet yang negatif dan secara langsung meningkatkan kemampuan literasi digitalnya.

source: poskotanews.com
Selain akses internet gratis, pengadaan papan atau layar digital di ruang publik juga dapat diupayakan pemerintah untuk mendukung gerakan literasi digital di masyarakat. Pemerintah memang sudah banyak memberikan fasilitas layar digital di ruang publik, seperti di stasiun, terminal, bandara dan pelabuhan. Akan tetapi menurut saya hal ini tidaklah cukup dalam menjangkau semua kalangan masyarakat. Konten informasi yang diberikan pun cenderung bertema tunggal yang mayoritas hanya berisi informasi seputar jadwal transportasi dan iklan komersil saja. 

Kedepannya saya rasa pemerintah perlu memberikan fasilitas layar digital di ruang publik lain seperti di kantor kelurahan, pasar, taman kota, rumah sakit, kantor polisi dan ruang publik lainnya, agar dapat menjangkau lapisan masyarakat lebih luas lagi. Konten-konten yang ditampilkan pun harus dibuat semenarik dan seinformatif mungkin dengan tema yang beragam, seperti kabar berita terkini, informasi seputar perkembangan teknologi, informasi pendidikan, pengetahuan sains sederhana dan lainnya. Sehingga dapat menambah pengetahuan orang-orang yang membacanya. 


2. Pengadaan Pelatihan dan Kegiatan Literasi Digital di Masyarakat
source: kubbu.net

Upaya yang kedua adalah dengan mengadakan pelatihan dan kegiatan literasi digital di masyarakat. Kegiatan ini banyak sekali contohnya. Misalnya, memperkenalkan aplikasi-aplikasi resmi untuk membaca buku secara gratis dan legal di smartphone. Aplikasi tersebut seperti iPusnas, iJakarta, Google Play Book, Novel Nusantara atau bisa juga mengunjungi website penyedia buku gratis di internet seperti Repositori Kemdikbud. Kegiatan ini bertujuan agar masyarakat, khususnya siswa sekolah, menggunakan smartphone tidak hanya untuk mengakses media sosial atau berkirim kabar saja, tetapi juga untuk membaca buku sehingga dapat meningkatkan kemampuan literasinya.

Selain itu, penguatan literasi digital juga bisa dilakukan dengan cara membuat pelatihan penulisan dan pembuatan blog di masyarakat, khususnya di kalangan anak muda. Melalui pelatihan ini, masyarakat yang memiliki hobi menulis dapat menuangkan ide kreatif tulisannya menjadi artikel yang diposting di blog pribadinya.

Sebagai platform atau media jurnal harian daring, blog bisa digunakan sebagai wadah menulis dan menyebarkan konten positif yang dapat dibaca oleh banyak orang. Hal ini tentunya memiliki dampak yang positif karena tidak hanya mengasah kemampuan literasi digital seseorang, tetapi juga mengasah bakat mereka di bidang menulis.

Saat ini banyak sekali platform blogging untuk menuangkan hasil tulisan di media digital seperti Blogger, WordPress, Medium, Kompasiana, Write.as, Kaskus dan masih banyak lagi lainnya. Komunitas-komunitas blogger di Indonesia pun sudah semakin banyak dengan latar belakang yang beraneka ragam. Ada komunitas blogger traveler, pecinta kuliner, komunitas blogger regional, blogger santri, bahkan komunitas ibu-ibu blogger pun ada. 

Dengan adanya komunitas blogger ini, para anggotanya tidak hanya berkesempatan menjalin tali silaturahmi dengan sesama blogger yang punya hobi sama saja, tetapi juga bisa mengadakan kegiatan-kegiatan bersama yang positif seperti seminar pelatihan blog, sharing session terkait hobi/pekerjaan, kegiatan bakti sosial, bedah buku, kegiatan unjuk seni literasi dan masih banyak lagi lainnya.


Source: Instagram.com/kubbu_bpj
Salah satu komunitas blogger yang menurut saya rutin sekali mengadakan kegiatan-kegiatan berbau literasi adalah Klub Blogger dan Buku Backpacker Jakarta (KUBBU BPJ). Komunitas yang berdiri sejak tahun 2015 ini merupakan bagian dari komunitas Backpacker Jakarta (BPJ). Awalnya komunitas yang sering disebut KUBBU ini memiliki tujuan sebagai wadah untuk menampung anggota Backpacker Jakarta yang gemar membaca dan menulis. Seiring berjalannya waktu, komunitas ini bertambah besar dan sering mengadakan kegiatan-kegiatan yang tidak hanya untuk anggotanya saja, tetapi juga dapat diikuti oleh masyarakat umum.

Dari pengamatan saya pribadi, banyak sekali kegiatan-kegiatan positif yang telah diselenggarakan oleh KUBBU, khususnya dalam meningkatkan kesadaran masyarakat terkait pentingnya literasi digital. Contohnya seperti mengadakan sesi penulisan karya tulis bagi anggotanya, kunjungan dalam rangka bertemu pakar di dunia literasi, gathering sesama anggota blogger, bedah buku, sharing session terkait isu-isu di dunia literasi, workshop penulisan dan pelatihan blog, bakti sosial, traveling bersama dan masih banyak yang lain. Hebat, kan? 


Source: kubbu.net

Tahun 2019, tepatnya di bulan November - Desember ini, komunitas KUBBU kembali menggelar acara dan kegiatan yang bertemakan literasi. Acara kali ini bertajuk Karya Tahunan dan Festival Literasi 2019 (Karnaval 2019). Acara ini diselenggarakan dalam rangka memperingati ulang tahun KUBBU yang ke-4. Berbagai kegiatan dan lomba yang berkaitan dengan literasi pun diadakan, seperti blog competition, lomba menulis puisi dan cerpen, lomba membaca puisi dan cerpen, peluncuran buku, malam keakraban bersama anggota KUBBU dan lain-lain. Dengan kegiatan-kegiatan positifnya yang secara langsung telah mendukung gerakan literasi digital ini, rasanya tidak salah untuk menyebut komunitas KUBBU sebagai salah satu komunitas yang aktif membantu pemerintah dalam melaksanakan gerakan literasi nasional.

3. Sosialisasi Penggunaan Internet yang Benar dan Keberadaan UU ITE
source: wartantb.com
Seperti yang sudah saya sebutkan sebelumnya, semakin pesatnya perkembangan teknologi dan informasi, semakin banyak pula orang yang mencari informasi melalui internet. Sayangnya, masih banyak masyarakat yang belum paham tentang etika menggunakan internet yang benar, khususnya dalam mencari dan menyebarkan informasi yang didapat dari media digital. 

Saat ini masih banyak orang-orang yang percaya dan "menelan" informasi yang mereka dapat secara mentah-mentah, tanpa mengecek kebenarannya terlebih dahulu. Sedihnya lagi,  informasi tersebut mereka sebarkan kembali melalui media sosial (Instagram, Twitter, Facebook, blog) dan aplikasi messenger (WhatsApp, LINE, Telegram). Akibatnya hal ini menjadi menjalar luas kemana-mana. Padahal kredibilitas sumber dan kebenaran isi informasi tersebut tidak dapat dipertanggungjawabkan. Sungguh meresahkan, bukan? 

Ini juga yang menjadi salah satu penyebab mengapa banyak orang-orang yang masih percaya terhadap informasi/berita hoax, ujaran kebencian dan paham radikalisme yang disebarkan melalui internet, khususnya di sosial media. Mereka belum bisa membedakan mana informasi yang tidak benar, mana informasi yang valid dan dapat dipertanggungjawabkan.

Untuk menghindari hal-hal seperti ini, diperlukan sosialisasi dan penyuluhan ke masyarakat terkait etika dalam menggunakan Internet khususnya dalam mencari dan menyebarkan informasi. Bagaimana caranya? Tentunya hal ini perlu dukungan dari pemerintah, baik pemerintah pusat maupun daerah. Tujuannya adalah untuk mensosialisasikan dan memberikan penyuluhan terkait pentingnya kemampuan literasi digital di masa ini agar terhindar dari efek-efek negatif yang ada di Internet. Dalam mendukung aksi ini pemerintah juga bisa bekerja sama dengan komunitas-komunitas pegiat literasi maupun relawan pendidikan yang ada di daerah setempat. 

Penyuluhan dan sosialisasi yang bisa diberikan antara lain bagaimana cara berselancar di internet yang benar, tips agar terhindar dari informasi/berita hoax, bagaimana cara mencari informasi yang kredibel di portal-portal berita, etika dalam menggunakan internet dan masih banyak lagi. Sasarannya pun beragam. Bisa di komunitas pemuda karang taruna, komunitas ibu-ibu PKK, komunitas keagamaan desa, sekolah-sekolah bahkan bisa juga mengadakan sosialisasi di ruang-ruang publik daerah setempat. 

source: literasidigital.id

Tidak hanya sosialisasi seputar teknologi dan media digital saja, saya rasa semua kalangan masyarakat juga perlu diberikan informasi terkait keberadaan Undang Undang Nomor 19 Tahun 2016 tentang Informasi dan Transaksi Elektronik atau yang lebih dikenal dengan sebutan UU ITE. 

Saat ini memang sudah banyak diadakan seminar dan sosialisasi terkait UU ITE, namun pesertanya masih didominasi oleh kaum pelajar, mahasiswa dan akademisi saja. Artinya sosialisasi tersebut belum menjangkau semua golongan masyarakat yang ada di Indonesia. Contohnya seperti warga yang tidak tuntas menyelesaikan pendidikan dasar tapi dapat menggunakan dan mengakses media digital. 

Tujuan dari pemberian informasi UU ITE ini adalah agar seluruh lapisan masyarakat dapat memahami hukum yang berlaku di Indonesia terkait penyalahgunaan teknologi dan media digital. Harapannya, selain menekan tingkat kriminalitas dan pelanggaran dari UU ITE itu sendiri, masyarakat juga bisa tumbuh kesadarannya untuk menjaga etika dalam menggunakan teknologi dan media digital disertai rasa tanggung jawab. 

Selain itu, masyarakat juga perlu dihimbau untuk mencari informasi hanya di portal - portal berita yang sudah terjamin kredibilitasnya saja, khususnya media digital yang sudah terverifikasi oleh Dewan Pers Indonesia. Apabila sosialisasi ini bisa rutin dilakukan tentunya bisa menurunkan tingkat keberadaan konten-konten internet yang negatif seperti berita/informasi hoax, ujaran kebencian dan paham radikalisme yang sedang marak beredar di internet saat ini. 


Kesimpulan

Dari semua upaya-upaya yang telah dijabarkan di atas, kita dapat mengambil kesimpulan betapa penting dan urgent-nya kemampuan literasi digital di kalangan masyarakat untuk menghadapi abad 21 yang serba digital ini. Dengan adanya literasi digital diharapkan masyarakat, khususnya generasi muda, dapat menggunakan dan memanfaatkan teknologi dan media digital yang ada secara cerdas, bijak dan produktif. Sehingga kita tidak mudah terpengaruh oleh konten-konten negatif yang ada di internet. 

Jadi, marilah bersama-sama turut membantu pemerintah dalam mengkampanyekan budaya literasi digital di Indonesia, meskipun dengan cara yang paling sederhana. Bukankah warga negara yang baik adalah warga yang turut andil dan peduli terhadap kemajuan bangsanya, iya kan?

***

Referensi: 
  • Kemdikbud RI. 2017. Materi Pendukung Gerakan Literasi Nasional. Jakarta
  • APJII. 2017. Survey Asosiasi Penyelenggara Jasa Internet Indonesia Tahun 2017. Jakarta

16 November 2019

Download Instagram Story Tanpa Aplikasi dan Nggak Pake Ribet? Bisa, Dong!


Adakah dari kalian yang nggak tau gimana cara menyimpan atau download insta story di instagram? Tenang, kalian nggak sendirian, kok. Dulu saya juga sama. Ingin menyimpan story dari sebuah akun, tapi nggak tau gimana caranya. Akhirnya saya pake cara "dummy", yaitu disave pake fitur screenshoot HP. Itupun harus beradu cepat dengan instagram, soalnya insta story hanya bisa ditampilkan selama beberapa detik saja ðŸ˜„

Untungnya sekarang sudah banyak aplikasi untuk download story di instagram, yang bisa diunduh di Play Store ataupun App Store. Sayangnya, beberapa aplikasi sebagian menyuruh penggunanya untuk registrasi atau membuat akun terlebih dahulu, baru bisa dipake app-nya. Ada yang mengeluh cara ini ribet. Ada yang bilang nggak aman. Ada juga yang mengeluh HP jadi lemot karena harus install aplikasinya dulu, sedangkan kapasitas memory RAM HP udah “di ujung tanduk”.

Nah, di postingan kali ini saya akan sharing tutorial bagaimana cara download instagram story tanpa harus menginstall aplikasi, cepat dan nggak perlu registrasi akun. Caranya dengan memakai situs yang bernama Storiesig.com. Situs ini memang dibuat khusus untuk download atau menyimpan instagram story. Salah satu keunggulan situs ini selain caranya yang simpel dan nggak ribet adalah free alias nggak perlu membuat akun terlebih dahulu. Situs ini bisa dibuka pake browser laptop maupun HP. Kalau gitu langsung aja yuk ke tutorialnya.

Cara Menyimpan Insta Story Tanpa Aplikasi


  • Masuk ke situs Storiesig.com
  • Masukkan username Instagram yang ingin didownload/disimpan insta story-nya, kemudian tekan ENTER di keyboard.

  • Klik tulisan (angka) stories yang muncul. Angka ini akan menyesuaikan dengan jumlah story yang dimiliki akun tersebut. Kalau story-nya ada tiga, maka tulisannya menjadi "3 stores", kalau enam ya "6 stories".

  • Kalau sudah, nanti insta story akun tersebut akan muncul dan di bawahnya ada tulisan DOWNLOAD. Klik tulisan download tersebut dan insta story akan otomatis tersimpan di gallery HP.

Gimana, gampang banget kan? Semoga tutorial yang singkat banget ini bisa membantu kalian yang sedang mencari cara menyimpang IG story ya. Semoga bermanfaat ðŸ˜Š

13 November 2019

Jam Tangan Pintar FOSSIL GEN 5 - Smartwatch Serba Bisa yang Akan Memaksimalkan Produktivitasmu



Salah satu hobi saya adalah olahraga lari. Hobi ini sudah saya tekuni sejak tahun 2013 lalu. Selain membuat badan jadi lebih sehat, ada sensasi puas tersendiri ketika sedang berlari. Apalagi kalau berhasil menempuh jarak yang ditargetkan. Wah, itu rasanya senang dan bangga banget.. Entah kenapa bagi saya lari itu "menenangkan". Setiap ada masalah atau misal ada sesuatu yang memberatkan pikiran, saya pasti menyempatkan diri untuk lari, entah itu pagi atau sore hari. i don't know, it's like therapy. Running as hard as possible helped me separate from everything else that was going on in my life. It gave me a break for a moment. Dan kalau sudah selesai lari, rasanya badan dan pikiran kembali jadi segar dan siap untuk memulai semua aktivitas lagi. 

Oh ya belakangan ini saya sedang nyari informasi tentang smartwatch yang cocok untuk mendukung kegiatan sehari-hari saya, khususnya dalam olahraga lari, kegiatan kuliah dan kerja. Walaupun saya senang lari sambil dengerin musik dan ngukur jarak tempuh larinya dengan running app, sebenarnya saya males kalau lari sambil bawa-bawa HP. Inginnya sih ada gitu smartwatch yang bisa mendukung akitivas harian saya. Syukur-syukur selain bisa berguna dalam aktivitas olahraga, bisa menunjang produktivitas sehari-hari saya juga, tanpa harus bergantung terus dengan smartphone. Kalau ada smartwatch kan nggak harus dikit-dikit pegang HP. Mau lari, buka HP. Mau dengerin musik, buka HP. Mau nyari informasi di internet, buka HP.. Sekedar ngecek jam dan tanggal pun harus buka HP. Rasanya kok hidup jadi ketergantungan dengan HP. Maka dari itu saya berfikir kalau ada smartwatch pasti akan berguna banget untuk menunjang kegiatan harian saya, tanpa harus sering-sering buka HP.

Sayangnya, mencari smartwatch yang cocok itu nggak semudah membalikan telapak tangan. Nggak semua smartwatch punya fitur yang sesuai dengan keinginan saya, khususnya punya fitur untethered GPS, sistem operasinya berbasis android dan bisa memutar musik secara offline, tanpa harus bawa-bawa HP. Untungnya, saat browsing di internet kemarin, saya dapat info kalau ada smartwatch yang spesifikasinya sesuai dengan keinginan saya. Bagusnya lagi, smartwatch ini sudah dibekali Wear OS buatan Google dengan fitur Google Assistant-nya, yang saya yakin akan sangat berguna dalam mengoptimalkan produktivitas harian saya. Apa sih smartwatch itu? Let me introduce you to this new, all-rounder smartwatch: FOSSIL Gen 5😊




Apa yang terlintas di benak kalian ketika mendengar merk FOSSIL? Saya yakin pasti semua yang baca kompak jawab jam tangan, iya kan? Yup, merk ini memang terkenal dengan produk jam tangannya yang premium abis. Desainnya yang unik, fresh, tapi tetap terlihat klasik dan timeless adalah salah satu ciri khas dan keunggulan jam tangan FOSSIL. Meskipun merk ini terkenal dengan jam tangan dan produk wearable lainnya, ternyata FOSSIL sudah merambah ke dunia smartwatch juga, lho. FOSSIL mengeluarkan smartwatch pertamanya yang bernama Fossil Q Founder di akhir tahun 2015, dan semenjak itu sudah mengeluarkan beberapa smartwatch penerusnya hingga sekarang.

Nah, Fossil Gen 5 adalah varian smartwatch terbaru dari perusahaan jam tangan asal Texas, Amerika ini. Bisa dibilang ini adalah smartwatch penerus dari Fossil Gen 4 yang sudah dirilis sebelumnya. Tentunya sebagai smartwatch penerus, pasti banyak peningkatan dari versi sebelumnya dong. Dan memang benar, di Fossil Gen 5 ini banyak sekali peningkatan yang signifikan dari generasi sebelumnya. Eh tapi sebelum mengupas tuntas smartwatch ini, kita liat dulu spesifikasi dari Fossil Gen 5, yuk.




Menurut saya, satu hal yang membedakan Fossil Gen 5 dengan smartwatch lainnya, sekaligus menjadi nilai plus tersendiri adalah desainnya. Siapa yang nyangka jam berdesain klasik seperti ini adalah sebuah smartwatch powerful dan all-rounder? Saya pribadi paling suka dengan desain jam seperti ini. Simpel, klasik, tapi timeless dan "cowok banget". Menurut saya justru desain smartwatch yang klasik dan terkesan seperti jam tangan mewah biasa seperti inilah yang bagus. Kenapa? Karena fleksibel, bisa dipake untuk segala acara. Saya kurang suka dengan desain yang terlalu "futuristic", lebih cocok sama desain klasik seperti Fossil Gen 5 ini. Mau dipake buat main, kerja, atau dipake kondangan pun tetap luwes-luwes aja, Ditambah lagi strap-nya yang bisa diganti-ganti membuat Fossil Gen 5 sebagai smartwatch yang versatile, cocok untuk segala situasi dan kondisi. Oh ya versi yang untuk wanita juga ada lho, Khusus desain versi wanita ini dilengkapi dengan aksen batu-batu kristal yang melingkar di layar kaca jamnya. Tampilannya jadi manis, elegan dan cantik.

Selesai bahas desain dari jam tangan pintar FOSSIL ini, sekarang kita bahas soal spesifikasinya. Ketika melihat spesifikasinya, menurut saya semua fitur dasar dari sebuah smartwatch sudah dimiliki lengkap oleh Fossil Gen 5. Fitur seperti notifications, heart rate sensor, GPS, WiFi, buttons yang bisa dikustomisasi, fitur "ring your phone" dan masih buanyak lagi yang lain. Lalu, selain fitur dasar tersebut, kira-kira fitur unggulan apa aja sih yang dimiliki Fossil Gen 5 Smartwatch ini, sampai-sampai saya berani bilang kalau ini adalah smartwatch yang all-rounder atau serba bisa?




Fossil Gen 5 ini dibekali dengan fitur-fitur unggulan yang powerful dan tentunya nggak "kaleng-kaleng". Kalau saya liat FOSSIL memang benar-benar totalitas dalam merambah dunia smartwatch. Meskipun perusahaan ini terkenal dengan produk-produk fashionnya, hal itu nggak lantas membuat mereka asal-asalan dalam membuat dan mengonsep smartwatch-nya. Konsep yang matang terlihat dari fitur-fitur unggulan yang ada di Fossil Gen 5, yang menurut saya sih racun dan bikin tempting banget untuk beli. Saya merangkum fitur-fitur unggulan Fossil Gen 5 dalam empat hal. Apa aja sih?



Wear OS By Google. Pertama adalah Wear OS by Google. Ini nih salah satu daya tarik dan "racun" dari smartwatch ini. Yup, Fossil Gen 5 sudah menggunakan Wear OS by Google. Ada yang belum tahu apa itu Wear OS? Wear OS ini adalah sistem operasi android yang dirancang khusus oleh Google untuk smartwatch dan perangkat wearable lainnya. Yang pake smartphone android pasti udah paham lah ya betapa bagus dan powerful-nya sistem operasi ini. Jadi nggak cuma smartphone aja, smartwatch pun juga nggak ketinggalan dibekali dengan sistem operasi "sejuta umat" ini.

Bagi saya, dengan adanya Wear OS pastinya akan membuat Fossil Gen 5 jadi lebih powerful dan tentunya lebih "smart". Kalau dulu kan smartwatch identik dengan device cadangan yang yah.. sekedar buat reminder kalau ada notif di HP aja gitu. Kalau sekarang persepsi itu udah nggak berlaku lagi dong. Apalagi dengan fitur utamanya yaitu Google Assistant dimana kelebihannya buanyak banget, dan pastinya sangat berguna dalam membantu mengoptimalkan aktivitas sehari-hari. Selain Google Assistant, kita juga bisa menggunakan aplikasi google lainnya seperti Google Fit, Google Pay, Google Play Music atau bahkan mengunduh aplikasi pihak ketiga sendiri di Google Play yang sudah terinstall di dalam Fossil Gen 5.



Google Assistant. Kalau sebelumnya bahas Wear OS, sistem operasi dari Fossil Gen 5, sekarang bahas Google Assistant, fitur utama dari Wear OS itu sendiri. Apa sih Google Assistant itu? Bisa dibilang Google Assistant adalah "virtual assistant" kita. Lho, kok asisten virtual? Iya, karena Google merancang dan membekali fitur ini dengan artificial inteligent (kecerdasan buatan) yang berguna untuk membantu dalam mengoptimalkan kinerja smartphone, smartwatch dan perangkat pintar lainnya. Dengan fitur ini, kita pun bisa melakukan komunikasi secara dua arah karena Fossil Gen 5 sudah dilengkapi dengan built-in speaker. Jadi berasa ngomong sama asisten pribadi sendiri deh. Fitur ini akan sangat berguna sekali karena nggak perlu buka-buka HP terus. Tentunya untuk menggunakan fitur ini di Fossil Gen 5 harus menghubungkan smartwatch-nya ke WiFi dulu, ya.


Battery Life. Ketiga adalah daya tahan baterai yang bisa disesuaikan dengan kebutuhan pengguna. Dalam pemakaian normal, baterai Fossil Gen 5 bisa bertahan selama seharian. Bagi saya sih ini sudah cukup, mengingat banyaknya fitur-fitur canggih yang berjalan secara bersamaan di smartwatch ini. Kalaupun masih dirasa kurang, nggak perlu khawatir. Fossil Gen 5 punya empat pengaturan baterai (Battery Modes) yang bisa dipilih dan disesuaikan dengan kebutuhan penggunanya. Ada daily mode, extended mode, time-only mode dan custom mode. Kalau ingin smartwatch-nya bertahan selama beberapa hari, extended-mode bisa dijadikan pilihan. Dengan mengaktifkan mode ini otomatis hanya fitur-fitur dan aplikasi essential saja yang berjalan di smartwatch. Tapi kalau ingin menggunakan Fossil Gen 5 ini layaknya seperti jam tangan biasa, dimana tidak ingin menggunakan fitur-fitur smartwatch itu sendiri, kita bisa memilih watch-only mode dan baterai Fossil Gen 5 bisa bertahan hingga satu minggu lebih. Wuih, awet banget, kan? Satu lagi yang nggak boleh ketinggalan, magnetic USB charger-nya sudah mendukung rapid charging, lho. Jadi untuk mencapai kapasitas baterai 80%, hanya butun waktu sejam saja!


Customizable Watch Face. Kalau punya smartwatch yang tampilannya itu-itu aja pasti bosen dan monoton banget, iya nggak? Untungnya, Fossil Gen 5 ini sudah dibekali dengan desain tampilan jam (disebut watch face) yang cukup banyak dan kece-kece. Watch face ini bisa kita ganti sesuai keinginan kita, pokoknya dijamin nggak bakal bosen deh. Nggak hanya itu aja, kita juga bisa memasang foto yang ada di akun instagram dan facebook kita di layar Fossil Gen 5 sebagai wallpaper. Keren banget, kan? Jadi buat kamu yang hobi narsis pasang foto diri sendiri sebagai wallpaper, tenang, hobi kalian tetap bisa tersalurkan kalau make Fossil Gen 5 ini hehehe ðŸ˜„



Swimproof. Siapa di sini yang kalau musim hujan hobi ngeplastikin hape, jam atau gadget-gadget lain biar nggak kena cipratan air hujan? Ayo tunjuk tangan. Tenang aja, saya juga ikutan tunjuk tangan kok. ðŸ˜„ Dulu itu setiap musim hujan pasti selalu sedia plastik kalau mau pergi kemana-mana, gunanya buat ngantongin barang berharga. Walaupun udah di dalem tas tetep aja diplastikin biar dobel protection-nya hahaha. Eits, tapi itu dulu. Untungnya sekarang sudah banyak banget gadget yang udah waterproof sehingga aman dan nggak rusak kalau terkena air. Fossil Gen 5 smartwatch ini juga udah tahan air atau swimproof, lho. Jjangankan kena air pas wudhu atau kena air hujan, dipake berenang pun aman-aman saja (dengan syarat kedalamannya tidak melebihi 30 meter ya). Jadi nggak perlu khawatir lagi sama ketahanan Fossil Gen 5 ini terhadap air. It will be safe and sound!






Dengan banyaknya fitur-fitur unggulan yang dimiliki Fossil Gen 5, tentunya akan sangat berguna dalam kegiatan sehari-hari dan bisa meningkatkan produktivitas harian kita. Di sini saya akan menjelaskan satu persatu, kira-kira apa sih manfaat menggunakan Fossil Gen 5 Smartwatch dalam kehidupan sehari-hari.


Manfaat pertama dari Fossil Gen 5 menurut saya adalah banyaknya fitur-fitur yang berguna untuk menunjang kegiatan olahraga agar menjadi lebih maksimal. Seperti yang sudah saya ceritakan sebelumnya, dari dulu saya pengen banget punya smartwatch yang ada fitur untethered GPS nya. Kenapa? Biar kalau lagi lari nggak perlu repot-repot bawa HP. Riweuh aja rasanya, dan menurut saya nggak praktis. Di kantongin, was was takut jatuh. Ditaruh di arm-band, risih dan nggak nyaman. Jadi ketika baca info kalau Fossil Gen 5 sudah mendukung untethered GPS rasanya seneng banget dan jadi tambah rajin buat nabung biar bisa "meminang" smartwatch ini, hehe.

Selain untethered GPS, Fossil Gen 5 juga bisa dipakai untuk menyimpan musik secara offline, jadi bisa lari sambil dengerin lagu kesayangan tanpa harus repot-repot bawa HP. Lagu-lagu tersebut bisa disimpan via aplikasi Google Play Music. Ini juga salah satu fitur yang bikin tempting banget untuk beli. Saya sudah cerita kalau selalu lari sambil mendengarkan musik. Rasanya semangat aja gitu kalau ada hiburan saat lari. Jadi perpaduan antara untethered GPS dengan fitur memutar musik secara offline ini bener-bener idaman banget buat orang-orang yang hobi lari, seperti saya.

Oh ya, Google Fit (aplikasi health-tracking dari Google) juga sudah terinstall di Fossil Gen 5. Nggak hanya berguna saat lari-lari saja, kita juga bisa memantau aktivitas olahraga lainnya seperti jalan kaki, bersepeda, hiking dan lainnya. Lewat aplikasi ini kita bisa tahu berapa jumlah langkah kaki dalam sehari atau berapa kalori yang sudah kita bakar selama beraktivitas. Fossil Gen 5 juga sudah dilengkapi dengan heart-rate sensor yang bisa digunakan untuk mengukur detak jantung penggunanya. Pokoknya untuk fitur yang berhubungan dengan health-tracking saya acungi empat jempol deh buat Fossil Gen 5!




Kalian pernah nggak, lagi belajar atau ngerjain sesuatu, tapi susah fokus karena ada HP di dekat kita, dan keinginan untuk mainan HP itu besaaar banget. Kalau saya? Hmmm.. nggak perlu ditanya, sering bgt ðŸ˜„ Entah kenapa susah sekali untuk menahan godaan nggak buka HP. Pernah ada keinginan untuk "puasa HP", membatasi penggunaan gadget dalam sehari agar bisa lebih berkonsentrasi dalam beraktivitas. Tapi kalau HP di taruh di tas atau di tempat yang jauh, nanti nggak tau ada pesan atau panggilan yang penting. Serba salah, kan?

Nah, ini nih gunanya Fossil Gen 5. Walaupun HP-nya disimpan di tas atau di tempat lain, kita nggak perlu takut untuk ketinggalan pesan atau panggilan penting karena Fossil Gen 5 akan otomatis bergetar atau mengeluarkan bunyi jika ada notifikasi pesan atau panggilan masuk. Selain praktis, kita juga bisa menekan kebiasaan mainan HP yang berlebihan. Biar bagaimanapun pengunaan smartphone secara berlebihan itu nggak baik.

Lalu, bagaimana Fossil Gen 5 ini mendukung aktivitas belajar atau bekerja kita, sedangkan HP nya aja disimpan? Di sinilah gunanya fitur Google Assitant. Misal, saya sedang belajar bahasa Inggris nih. Tiba-tiba ada kosakata yang nggak saya ketahui. Saya nggak perlu repot-repot buka kamus atau buka aplikasi google translate di HP, karena Google Assistant akan menjawab pertanyaan yang kita ajukan secara langsung dengan akurat. Pun ketika kita ingin tahu profil sosok tokoh terkenal misalnya, nggak perlu repot-repot browsing, tinggal tanya langsung aja ke Google assistant. Canggih banget nggak tuh.




Ini adalah sebuah peningkatan yang dimiliki Fossil Gen 5 dari generasi sebelumnya, Fossil Gen 4. Kalau di Fossil gen 4 hanya dilengkapi dengan microphone saja, Fossil Gen 5 sudah dilengkapi dengan built in speaker yang bisa digunakan untuk menjawab panggilan masuk atau membuat panggilan keluar. Jadi pengguna Fossil Gen 5 bisa mengangkat dan membuat panggilan langsung dari smartwatch, meskipun sedang tidak memegang HP. Menurut saya ini adalah fitur yang bermanfaat banget dalam menunjang produktivitas sehari-hari. Ketika sedang fokus belajar atau mengerjakan sesuatu, kita masih bisa stay connected dengan keluarga, saudara dan teman-teman kita. Fossil Gen 5 juga bisa digunakan untuk membalas pesan langsung, baik dengan menulis secara langsung di layar, atau menggunakan fitur voice to chat yang mengubah suara menjadi text. Praktis, efektif dan efisien!




Manfaat Fossil Gen 5 yang terakhir dalam mendukung produktivitas sehari-hari adalah adanya fitur Tiles dari Wear OS. Bisa dikatakan Tiles ini adalah widget yang ada di smartwatch, yang bisa kita kustomisasi sesuai dengan kebutuhan. Jadi nggak cuma HP aja yang ada widget-nya, di Fossil Gen 5 ini pun sudah disediakan tiles, yang pastinya berguna untuk mendukung aktivitas sehari-hari kita. Ada tiles weather untuk informasi cuaca, reminder untuk membuat pesan pengingat, kalendar, news headlines, heart rate dan masih banyak  lagi lainnya. Posisi tiles nya juga bisa kita atur sesuai selera lho.




Jadi memang nggak salah kalau saya menyebut smartwatch ini sebagai sebuah smartwatch yang all-rounder. Fitur-fitur unggulannya membuat Fossil Gen 5 nggak kalah dan patut disejajarkan dengan smartwatch-smartwatch dari brand lainnya. 

Tapi ingat, ya. Membeli sebuah barang premium yang bernilai tinggi tentunya butuh ekstra kehati-hatian. Kenapa? Karena kalau sampai salah beli bisa-bisa yang kita dapatkan adalah barang palsu. Nggak mau kan? Untungnya, di Indonesia sudah ada store yang sudah tidak diragukan lagi kredibilitasnya dalam menjual produk wearable premium, khususnya jam tangan, yaitu Urban Icon. Buat yang belum tahu, Urban Icon adalah kurator multi-brand untuk beberapa brand terbaik di dunia untuk bagian aksesoris, termasuk jam tangan, wearables, tas kulit, aksesoris dan fashion jewelry. Salah satunya ya brand FOSSIL ini. Jadi untuk kalian yang tertarik ingin beli atau ingin lihat secara langsung seperti apa sih wujud Fossil Gen 5 ini, kalian bisa datang ke Urban Icon store terdekat.


Saat ini Urban Icon sudah memiliki 28 offline store yang tersebar di 9 provinsi yang ada di Indonesia, yaitu DKI Jakarta, Banten, Jawa Barat, DI Yogyakarta, Jawa Tengah, Jawa Timur, Sulawesi Selatan, Sulawesi Utara dan Bali. Kalau misal lokasinya jauh dari offline store-nya gimana? Tenang... Kalian bisa belanja langsung di website resmi Urban Icon. Website nya cukup informatif, di sana dijelaskan dengan detail mulai dari panduan cara pembelian, cara pembayaran, pengiriman dan lain-lain. Untuk info lebih lanjut terkait Fossil Gen 5 ini kalian juga bisa folow dan pantengin social media Urban Icon di Twitter dan Instagram.

Itulah sedikit ulasan saya tentang manfaat Fossil Gen 5 Smartwatch dalam menunjang aktivitas, sehingga dapat meningkatkan dan mengoptimalkan produktivitas harian kita. Gimana, ada yang tertarik untuk "meminang" smartwatch ini? Apa pendapat kalian tentang Fossil Gen 5 smartwatch? Jangan lupa tulis komentar kalian di bawah, ya.. Terima kasih sudah menyempatkan berkunjung dan membaca tulisan saya. Sampai ketemu di post selanjutnya... ðŸ˜Š

31 October 2019

Rahasia Saya Saat Traveling Agar #SIAPDIJALAN


While you can't run away from all your problems, sometimes a little distance is the best way to reflect on your life at large. And, after a great trip, you may have very likely found the clarity and courage you need to face your biggest problems head-on. – Rough Guides
***

21 October 2019

Risih Status Online IG-nya Dikepoin Mantan? Matikan Fitur Last Seen Aja!

source: telset.id
Baru-baru ini ada temen yang nanya. "Be, aku risih nih dikepoin mantan di IG. Tiap online pasti di DM. Piye sih caranya biar ngga ketauan orang kalo lagi online?". Waduh, ada yang ngalamain hal kaya gini, nggak? Memang sih dikepoin itu bikin risih, apalagi dikepoin sama mantan, duh..☺

Mungkin ada beberapa yang belum tahu kalau pengguna instagram bisa melihat status online dan last seen seseorang melalui menu inbox, dengan syarat kita pernah bertukar pesan dengan orang tersebut sebelumnya. Caranya? Coba deh masuk ke inbox, terus lihat di bawah username teman kita, nanti ada status terakhir kapan dia aktif di IG. Contohnya seperti gambar di bawah ini.





Tapi tenang, guys. Activity status di IG ini bisa disembunyikan, lho. Cara menyembunyikan last seen di IG cukup gampang, kok. Ikuti tutorial di bawah ini, ya.

  1. Buka Instagram, kemudian buka profil
  2. Ketuk/sentuh icon garis tiga yang ada di ujung kanan, kemudian pilih menu "setting"
  3. Pilih menu "privacy", kemudian pilih "activity status"
  4. Terakhir tinggal matikan fitur "show activity status" dengan menggeser toggle berwarna biru sampai berubah warna menjadi abu-abu.
Selesai, deh. Dijamin abis ini para mantan udah ngga bisa kepoin last seen kita lagi :D Eh tapi ingat, kalau menonaktifkan fitur ini kita juga nggak bisa melihat last seen orang lain, ya. Jadi dipikir-pikir dulu apakah fitur last seen ini kita perlukan atau nggak.

Meskipun terlihat sederhana atau sepele, menyembunyikan activity status seperti ini bisa membantu kamu jika butuh privacy yang lebih, tapi nggak mau nge-private akun. Semoga tutorial cara menonaktikan acitivy status Instagram ini bisa bermanfaat, ya.

20 September 2019

Lakukan Hal Ini Sebelum Berkunjung Ke Coworking Space

source: hon.com
Membahas tentang coworking space memang tidak ada habisnya. Tempat yang sedang hits di kalangan para freelancer dan startup ini memang sangat cocok dijadikan sebagai tempat bekerja alternatif, apalagi bagi mereka yang membutuhkan suasana baru dan lain daripada yang lain.

19 September 2019

One by Ed Sheeran

source: sec.co.uk
Jadi, One ini adalah track pertama di album x (baca: multiply) Ed Sheeran yang rilis pada tahun 2014. Lagu ini juga lagu pertama yang Ed tulis untuk album keduanya, yang katanya sih ditulis waktu dia tour di Perth tahun 2011. Sebagai pembuka sebuah album, saya cukup kaget ketika pertama kali dengar lagu ini. Dibandingkan lagu-lagu lain di albumnya, it's pretty quiet and chill song! Pas banget dengan selera saya.

Cara Mudah Membuat Privacy Policy Blog di Tahun 2019

source: comomag.com
Cara Membuat Privacy Policy di Blog - Kemarin saya menyibukkan diri untuk mengurus blog yang sudah lama terlantar ini, salah satunya dengan membenahi tampilannya agar lebih user-friendly. Informasi-informasi di beberapa postingan lama juga tidak lupa saya lengkapi dan update karena ternyata masih memakai embel-embel domain yang lama. 

18 September 2019

Mendengarkan Jutaan Lagu di Aplikasi SPOTIFY (Part 1)

source: youredm.com
Apa yang pertama kali terlintas di pikiran teman-teman ketika mendengar kata Spotify? Aplikasi musik? Ribet? Atau mungkin... biaya langganannya yang mahal? Kalau berpikir seperti itu, kalian nggak salah, kok. Dulu waktu pertama kali nyoba aplikasi ini saya juga punya pikiran yang sama: sistem pembayaran ribet dan biaya langganan yang mahal. Tapi jika sudah paham bagaimana aplikasi ini bekerja dan apa saja manfaatnya untuk penikmat musik, pemikiran seperti itu mungkin tidak akan ada lagi.