18 September 2019

Mendengarkan Jutaan Lagu di Aplikasi SPOTIFY (Part 1)

source: youredm.com
Apa yang pertama kali terlintas di pikiran teman-teman ketika mendengar kata Spotify? Aplikasi musik? Ribet? Atau mungkin... biaya langganannya yang mahal? Kalau berpikir seperti itu, kalian nggak salah, kok. Dulu waktu pertama kali nyoba aplikasi ini saya juga punya pikiran yang sama: sistem pembayaran ribet dan biaya langganan yang mahal. Tapi jika sudah paham bagaimana aplikasi ini bekerja dan apa saja manfaatnya untuk penikmat musik, pemikiran seperti itu mungkin tidak akan ada lagi.


Beberapa dari teman-teman mungkin ada yang belum familiar dengan aplikasi ini. Saya maklum, tidak semua pembaca punya hobi mendengarkan musik. Kalaupun ingin mendengarkan lagu, streaming di YouTube adalah cara yang paling mudah dan efisien, iya nggak? Oleh karena itu, rasanya nggak ada salahnya untuk berkenalan dulu dengan aplikasi musik terbesar di dunia ini. Let's get started, shall we? ;)

Source: valeriandwi.files.wordpress.com

Spotify adalah aplikasi layanan musik digital yang memberikan kita akses untuk streaming maupun download lagu secara offline, dan memiliki koleksi jutaan lagu yang ada di seluruh dunia.. Iya, jutaan lagu. Kita bisa mengakses lagu yang berasal dari negara mana saja, kapan saja dan dimana saja, selama lagu tersebut terdaftar di Spotify. Hebat, kan? Banget! (Udah mirip brand ambassador-nya Spotify belom, neh? 😂)

Aplikasi musik yang satu ini sedang hangat-hangatnya di Indonesia lho, khususnya di kalangan anak muda. Meskipun baru terkenal di Indonesia beberapa tahun belakangan ini, tetapi Spotify sudah dikembangkan pada tahun 2006 dan diluncurkan pertama kali pada tahun 2008 oleh sebuah tim yang bernama Spotify AB di Stockholm, Swedia. Menurut sumber yang saya baca, hingga bulan Juli 2017 jumlah lagu yang bisa diakses pengguna Spotify mencapai 30 juta, dengan pengguna aktif lebih dari 140 juta dan 60 juta pengguna premium. Kebayang nggak tuh banyaknya?

Selain menyediakan lagu, Spotify juga menyediakan siaran podcast dari podcaster-podcaster terkenal di seluruh dunia. Apa itu podcast? Podcast itu mirip seperti siaran radio. Bedanya, jika siaran radio disiarkan secara live atau langsung, kalau podcast dalam bentuk rekaman. Jadi direkam dulu, baru dipublish. Podcaster favorit saya akhir-akhir ini di Spotify antara lain Grammar Girl dari QuickAndDirtyTips.com dan Psychology of Eating-nya Marc David & Emily Rosen. Love them so much!


source: engadget.com

Seperti aplikasi pada umumnya, Spotify dapat kita unduh di Play Store (android) maupun App Store (iOS). Pada dasarnya, tanpa membayar biaya langganan atau menjadi premium user pun kita masih bisa menikmati lagu-lagu di Spotify secara gratis. Cuma, fitur-fitur yang akan kita dapat pun akan terbatas. Salah satunya harus puas hanya bisa mendengarkan lagu tertentu secara acak, artinya nggak bisa memilih lagu mana yang ingin kita putar. Kalau menjadi premium user, kita bisa memilih lagu manapun sesukanya, bebas gangguan iklan dan bisa download lagu secara offline kapan saja. Fungsi dari download lagu offline adalah agar nantinya lagu tersebut bisa kita dengarkan meskipun HP sedang tidak terkoneksi ke internet. Mirip-mirip lah sama fitur download video yang ada di aplikasi YouTube

Saat ini ada 3 layanan premium yang ditawarkan oleh Spotify, yaitu Spotify Premium, Premium for Family dan Student Discount. Biaya berlangganan Spotify Premium sebesar Rp. 49.990/bulan dan Premium for Family sebesar Rp. 79.000/bulan dengan maksimal 5 anggota. Sedangkan Student Discount sendiri dikhususkan untuk pelajar dimana kita bisa mendapatkan diskon berlangganan sebesar 50%. Jadi, kalau harga aslinya sekitar 50ribu/bulan, kita cukup bayar 25ribu saja. Murah banget, kan? Saya termasuk user yang pakai layanan Student Discount. Maklum, mahasiswa. Matanya langsung ijo kalau ada diskonan. hahaha. Mumpung masih berstatus sebagai mahasiswa, kenapa nggak dimanfaatkan sebaik-baiknya, ya nggak?

source: sidify.com

Seperti layaknya aplikasi pada umumnya, kelebihan dan kekurang itu pasti ada. Di balik persepi orang-orang yang menganggap Spotify mahal dan ribet, sebenarnya banyak poin-poin positifnya, lho. Salah satunya adalah kita bisa mendengarkan lagu secara legal. Mungkin selama ini kita sudah terbiasa download lagu secara bebas di internet, nge-copy lagu dari teman, atau mungkin nyomot video di Youtube dan di-convert dalam bentuk .mp3. Kok tahu? Tahu, lah. Dulu saya kan gitu juga, hehe. Tapi semenjak kenal aplikasi ini, saya sudah nggak pernah download lagu-lagu di internet lagi. Kenapa? Karena setelah dipikir-pikir, apa yang saya lakukan tersebut nggak hanya merugikan si penyanyi/perusahaan musiknya saja, tapi juga merugikan diri sendiri karena secara nggak langsung sudah mendukung kegiatan pembajakan musik.

Jadi, meskipun terdengarnya sepele, dengan berlangganan di aplikasi musik digital, kita tidak hanya bisa menikmati musik secara legal, tapi juga sudah ikut berkontribusi meminimalisir pembajakan di dunia musik yang sekarang sedang marak-maraknya. Kasian kan penyanyi sudah susah-susah bikin lagu, bikin video klip, perusahaan musik sudah mengeluarkan uang banyak, eh dengan enaknya karyanya di download dengan bebas. Lagian, biaya langganan Spotify Premium juga masih terjangkau kok, apalagi kalau pake Student Discount atau Family Plan. Masih lebih murah lah dari harga bakso satu porsi, hehehe

Terus, apa saja sih keunggulan Spotify lainnya, sampai-sampai banyak pengguna yang rela berlangganan setiap bulan  hanya untuk mendengarkan lagu? Lalu, bagaimana cara berlangganan Spotify Premium tanpa ribet, legal, dan murah??

Penasaran? Nanti semua akan saya bahas di part 2. Tunggu di post selanjutnya, ya :)

0 komentar

Post a Comment